Poetry

Mesin Tik

“mesin tik ayah berisik!”
protesku di balik selimut

“ayahmu lagi kerja, nak.
supaya kita bisa makan.
supaya kau bisa sekolah.
lebih baik kau cepat tidur!”
lirih ibu menenangkanku

setelah aku dewasa
nostalgia mesin tik ayah
kian mengendap dalam darah

suara yang dulu aku benci
kini kudekap sepenuh hati

kurangkai menjadi kata
kurakit menjadi senjata

jika kelak ayah ibu
terhasut dusta neraka,
mesin tik di dalam jiwaku
yang akan memadamkannya!

Bayu Angora

«
Bayu Angora
»